Entrepreneur : Hal yang Harus Dihindari.

Bagaimana Anda memandang berbagai hal di sekitar Anda sering bisa membentuk perilaku Anda. Begitu juga dengan ucapan Anda. Sebagai entrepreneur pemula, Anda perlu memahami bahwa ucapan bisa berakibat keberhasilan atau kegagalan bisnis yang bisa saja fatal. Untuk itu, Anda perlu mengetahui apa saja hal yang sebisa mungkin Anda hindari untuk katakan pada diri Anda sendiri, apalagi pada orang lain.

“Saya hanya butuh satu ide bagus”
Setiap orang memiliki ide-ide bagus, tak cuma beberapa tetapi banyak sekali! Namun ide yang memiliki nilai tinggi ialah ide yang kita wujudkan. Jika Anda mencari ide besar yang akan mengubah hidup Anda atau mengubah bisnis Anda secara drastis, pertimbangkan untuk evaluasi semua langkah sebelumnya dan lakukan pengelompokan ulang. Luangkan beberapa menit sehari untuk mencari ide cemerlang dan curahkan konsentrasi dan tenaga Anda untuk mengembangkannya agar bisa membantu kemajuan bisnis.

Perbaiki apa yang tidak bekerja sebagaimana mestinya dan pikirkan cara-cara yang lebih baik yang lebih Anda butuhkan. Impikan perusahaan dengan kesuksesan melebihi Facebook atau Twitter dan ingat selalu bahwa Anda masih harus bekerja keras merealisasikannya.

“Saya pantas mendapatkannya”
Tentu! Anda sudah bekerja keras untuk itu. Anda sudah banyak berkorban tetapi kerja keras dan pengorbanan bukanlah akibat atau hasil. Ia adalah unsur dalam sebuah proses yang lebih panjang. Satu-satunya hal yang Anda pantas dapatkan ialah hal yang Anda perjuangkan dengan sungguh-sungguh. MIsalnya, jangan habiskan banyak uang untuk memanjakan diri setelah bekerja keras karena Anda merasa pantas untuk menikmatinya. Berikan imbalan bagi diri sendiri setelah bisnis Anda sudah menghasilkan keuntungan yang signifikan.

“Saya bisa sukses jika saya memiliki modal uang”
Tidak ada bisnis yang memiliki cukup banyak dana untuk modalnya. Menurut Biro Sensus AS, 30% usaha kecil dan menengah dimulai dengan modal kurang dari 5000 dollar AS dan 10% dari seluruh pemilik UKM ini memiliki dan menggunakan kartu kredit untuk mendanai bisnis barunya secara sebagian atau sepenuhnya. Anda mungkin hanya memiliki sedikit kendali atas banyaknya uang tunai yang dimiliki tetapi Anda memiliki banyak sekali kendali mengenai pemasukan dan biaya.

Berhentilah mengkhawatirkan modal uang yang tak Anda miliki dan fokuslah pada optimalisasi semua aset yang Anda miliki! Terutama modal ‘keringat’ Anda.

“Yang kami perlu lakukan yaitu memotong sejumlah pengeluaran”
Jika Anda memiliki latar belakang bekerja di lapangan, dengan sendirinya Anda akan terdorong untuk fokus pada peningkatan produktivitas dan pemotongan pengeluaran. Sering kita merasa tidak mungkin untuk menghemat pengeluaran yang diperlukan untuk bisa mencapai keberhasilan dan  profitabilitas bisnis. Ini membuat upaya penghematan terutama di sektor pemasaran dan penjualan akan lebih sulit untuk dilaksanakan. Kadang kita perlu mengabaikan penghematan yang terlalu berlebihan dan lebih fokus pada upaya penjualan.

“Setidaknya saya punya banyak pelanggan setia”
Kesetiaan susah didapatkan tapi begitu mudahnya hilang. Banyak dari kita yang tetap setia pada satu penjual yang lokasi usahanya dekat dengan tempat tinggal kita hingga kita tidak peduli apakah kita bisa mendapatkan harga lebih murah di situ atau tidak.

Namun misalnya seseorang ingin membeli barang dengan selisih barang yang cukup besar dari tempat langganan Anda sebelumnya. Kemungkinan besar orang itu akan bersedia untuk beralih ke penjual yang mau menjual jauh lebih murah meski lebih jauh.

Kesetiaan pelanggan utamanya berakar pada kepentingan pribadi si pelanggan (yang memang begitulah seharusnya). Jika harga yang Anda tawarkan lebih tinggi, mungkin layanan prima yang Anda berikan akan menjadi kompensasi tetapi itu bukan senjata yang 100% ampuh. Jika harga Anda murah tapi layanan Anda begitu payah, minat pelanggan bisa turun dan mereka berpindah ke penjual lain.

“Saya ingin kita menjadi satu keluarga besar nan bahagia”
Saat Anda mencoba untuk menciptakan lignkungan kerja yang kondusif, hangat dan ramah, hubungan antarstaf dalam bisnis Anda seharusnya jangan sampai mencapai kedekatan layaknya sebuah keluarga. Seperti pelanggan, para karyawan pun bisa bertindak sesuai dengan kepentingan pribadi mereka. Saat kepentingan pribadi mereka tak lagi selaras dengan bisnis Anda, mereka akan mengundurkan diri, karena mereka harus demikian.

Selalu bersikap hangat dan ramah tetapi jangan sampai Anda terjebak untuk menciptakan sebuah keluarga baru dalam lingkungan kerja karena itu bisa berpengaruh pada kinerja perusahaan.Tanpa laba, tidak akan ada usaha yang bisa bertahan sekalipun mereka sedekat keluarga sesungguhnya.

“Saya tidak berarti di sini”
Mungkin saja benar tetapi tidak sepenuhnya. Semua pegawai penting tetapi Anda lebih penting karena mungkin Anda memiliki wewenang yang lebih besar dan tanggung jawab yang juga lebih tinggi.

Pada akhirnya perusahaan merupakan cerminan dari diri Anda, kegagalan untuk mengakui kenyataan tersebut dan Anda menyerahkan tanggung jawab yang semestinya Anda pikul.

“Saya hanya harus bersabar dan membiarkan reputasi bisnis saya tersebar dengan sendirinya“
Mengandalkan publikasi usaha pada ‘word of mouth’ atau rekomendasi lisan dari satu orang ke orang lain itu bersifat pasif dan berada di luar kendali Anda. Tak peduli berapa banyak keuntungan yang Anda bisa ciptakan , sebagian besar pelanggan tidak akan datang dan menyebarkan reputasi bisnis Anda dengan begitu saja kepada setiap orang yang mereka temui sepanjang waktu. Kecuali di beberapa kasus pengecualian, satu-satunya cara untuk mengembangkan bisnis ialah dengan menjual dna memasarkan secara aktif.

Suatu hari nanti ‘word of mouth’ dan rekomendasi dari orang lain mungkin bisa menggiatkan bisnis secara signifikan tetapi hingga itu bisa terjadi, fokuslah pada perburuan, bukan pengumpulan.

“Saya seharusnya mungkin menghindari hal itu”
Kadang Anda tidak bisa membiarkan orang lain berjuang sendirian. Mengijinkan pegawai utnuk belajar dari kesalahan mereka adalah langkah yang baik tetapi kadang Anda juga harus turut campur. Sebelum Anda mendelegasikan tugas, putuskan seberapa jauh Anda ingin si karyawan bekerja. Kemudian Anda bisa melacak kemajuan yang ia buat dan ambil alih jika diperlukan. Si pegawai masih bisa mengambil pengalaman dari penugasan singkat itu sepanjang Anda melibatkannya setelah Anda mengambil kendali sebagian.

Pengalaman belajar yang ada cukup banyak tapi jangan sampai mengorbankan tercapainya hasil yang maksimal.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: